Tuesday, 16 June 2026

PERAN KESADARAN EKOTEOLOGI DALAM MENGAHADAPI INFLANSI


 Ilmu Pendidikan Islam kali ini menyoroti isue mengenai ekonomi, agama dan khususnya pendidikan yang terjadi pada akhir ini.

Kesadaran dari berbagai situasi ekonomi, agama, dan juga pendidikan adalah kesadaran yang wajib dimiliki oleh setiap masyarakat Indonesia. Melalui kesadaran inilah rasa tanggung jawab dan hak warga negara tercipta serta tumbuh dengan saling peduli,  bahu-membahu, menciptakan kesejahteraan hidup bersama. 

Seperti yang telah kita ketahui, berbagai media surat kabar yang tengah memberitakan tentang krisis inflasi yang terjadi pada akhir-akhir ini. Krisis inflasi terjadi dimulai dari nilai tukar barang yang tidak seimbang. Kebutuhan hidup masyarakat yaitu pangan juga barang dan jasa semakin naik, sedangkan nilai tukar mata uang semakin turun. Tentunya ini akan mempersulit perputaran ekonomi dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat ke depan.

Dalam hal tersebut pemerintahan terus berupaya, mengembalikan dan memulihkan kembali ekonomi saat ini dengan membangun kepercayaan dan sistem dalam berbagai segi untuk dapat mengembalikan kestabilan ekonomi yang beberapa waktu memburuk. Namun selain daripada upaya pemerintah, upaya dari masyarakat pun juga tentu sangat berpengaruh besar dalam membenahi dan menyeimbangkan kembali sistem ekonomi saat ini yaitu salah satunya memiliki kesadaran tentang pemahaman Ekoteologi.

Ekoteologi adalah ilmu tentang memiliki wawasan keagamaan dan pemahaman kesadaran akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.


Lebih memahami tentang Ekoteologi maka dapat dibaca pada artikel ini :  Pentingnya Ekoteologi Di Madrasah


 Kesadaran tentang ekoteologi akan lebih menitik beratkan pada bagaimana seorang individu atau masyarakat dapat menyeimbangkan pemahaman keimanan agama mereka dengan kearifan lingkungan hidup di sekitar nya.  Kearifan lingkungan hidup yang dimaksud yaitu mempergunakan dan mengelola potensi alam di sekitar rumah atau lingkungan untuk dapat diberdayakan sebaik mungkin sebagai sumber penghidupan individu dan masyarakat.  

Pemenuhan kebutuhan hidup individu dan masyarakat yang tidak akan pernah terlepas dari alam tentunya terlahir dari kesadaran Ekoteologi. Karena melalui kesadaran ini akan melahirkan pemanfaatan sumber kekayaan alam dengan sebaiknya oleh masyarakat yang madani yaitu mereka yang memahami ajaran agamanya tentang mengelola lingkungan hidup dengan cara yang ma'ruf dan bermanfaat untuk kesejahteraan bersama. Maka melalui dampak tersebut, krisis inflasi yang sedang melanda dapat teratasi dengan tetap menjaga sumber daya alam disekitar. Yaitu Sumber daya yang akan menopang kehidupan masyarakat  dalam situasi yang tak  terelakan seperti saat ini. Selama sumber daya alam terjaga, maka dalam situasi krisis sekalipun dampaknya dalam keberlangsungan hidup tidak akan begitu besar. Hal ini karena sumber daya pangan dan kebutuhan lainnya telah tercukupi dengan baik.

Adapun berbagai kegiatan pengelolaan lingkungan hidup yang dapat dilakukan dan diterapkan dalam lingkungan alam sekitar khususnya di rumah. Hal ini dapat membantu dan menopang perekonomian masyarakat secara mandiri yaitu :

1. Budidaya Tanaman, seperti menanam sayur-sayuran hidroponik maupun organik seperti kangkung, bayam, sawi hijau, cabai, dan lainnya.

2. Apotek Hidup yaitu menanam tanaman obat-obatan atau herbal disekitar rumah seperti jahe, kunyit, sirih, dan daun Salam untuk kebutuhan kesehatan.

3. Menanam dalam pot yaitu budidaya tanaman buah jeruk, mangga, rambutan dan lainnya di dalam pot. 

4. Pengelolaan daur ulang seperti pembuatan kompos dari sayuran atau kulit buah. 

5. Pembuatan resapan air yaitu mencegah genangan air atau juga menampung cadangan air tanah saat musim hujan.

6. Kolam budidaya yaitu dengan memanfaatkan ember besar atau kolam kecil yang dipergunakan untuk budidaya ikan. Ikan tersebut tentu dapat dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari seperti ikan gurame, nila, atau lele dan lainnya.

7. Pembuatan area kompos yaitu area yang dipergunakan untuk mengelola sampah yang dipergunakan untuk nutrisi tanaman.



Melalui beberapa upaya di atas, maka penguatan sistem ketahanan pangan pada setiap individu hingga masyarakat akan tercapai dengan baik. Melalui terjaganya sistem ketahanan pangan dari individu per individu atau home to home hingga berdampak ke masyarakat, maka krisis ataupun inflansi ekonomi yang terjadi dalam suatu negara akan dapat dengan mudah teratasi. Hal ini  karena melalui sistem ketahanan pangan yang datang dari rumah ke rumah akan menjadi awal tercipta masyarakat madani yang bukan hanya dari pemerintahan yang sanggup mengatasi krisis dengan cepat ataupun masyarakat yang patuh dalam aturan perekonomian. Akan tetapi, mereka adalah para pemimpin pemerintahan yang mampu menjaga kestabilan perekonomian negara dan memulihkan kondisi pangan dan krisis inflasi yang terjadi, serta para masyarakat yang  mampu berinovasi dan berkreasi menumbuhkan sistem ketahanan ekonomi pangan secara mandiri dari rumah sendiri. Melalui kestabilan pangan di dalam rumah-rumah masyarakat tersebut, secara tidak langsung kestabilan ekonomi suatu negara  akan terjaga dengan sebaiknya. Sekalipun pada saat tertentu tanpa diduga, krisis ekonomi global datang melanda disetiap negara.